Makanan Pendamping ASI


Berdasarkan penelitian, pada usia 6 bulan, sistem pencernaan relatif sudah sempurna dan siap untuk menerima makanan padat. Enzim-enzim pencernaan sudah mulai tersedia untuk mulai mencernanya. Saat memasuki usia 6 bulan, bayi akan mempelajari keahlian baru, mulai dari belajar mendorong makanan di rongga mulut dengan lidahnya hingga masuk ke bagian belakang mulut lalu menelan. Momen tersebut merupakan pengalaman yang sangat baru dan luar biasa bagi si kecil.
Dari proses menghisap berubah menjadi  mengecap , menguyah dan menelan makanan pendamping ASI atau biasa disebut dengan MP ASI. Mengapa disebut makanan pendamping ASI karena ASI masih diberikan hingga usia 2 tahun tetapi sifatnya tidak lagi eksklusif. Makanan padat pertama yang diberikan kepada bayi haruslah mudah dicerna, dan bukan makanan yang mempunyai resiko alergi yang tinggi. Sebaiknya tidak menambahkan gula atau garam pada MP ASI. Biarkan rasanya hambar, dan bayi akan merasakan rasa asli dari makanan tersebut. Garam dapat mengancam ginjal bayi. Sedangkan gula akan membuat bayi menyukai makanan manis & merusak giginya. Berikanlah makanan pendamping ASI yang ibu buat sendiri dan sifatnya alami. Pada awal pertama berikan bubur beras dengan 1 macam sayuran ( wortel , brokoli , bayam dll ) dan 1 macam lauk ( daging sapi , hati ayam kampung , ayam kampung dll ) . Tim semua bahan hingga matang dan nasi menjadi bubur  lalu saring dengan lembut . Makanan ini sering kita sebut dengan bubur saring. Jadi MP ASI pada awalnya adalah bubur saring yang berkembang menjadi bubur kasar dan akhirnya makanan padat seperti yang orang dewasa makan.

Pemberian makanan pendamping ASI dapat diberikan sehari dua sampai tiga kali dengan diselingi  biskuit atau 1 macam buah ( pisang , pepaya , alpukat dll ). Jika memungkinkan, berikan MP ASI pada waktu yang sama setiap harinya. Tujuannya agar terbentuk suatu pola/kebiasaan. Bagusnya sih mengikuti jadwal makan pada umumnya. Di awal pemberian , hanya diperlukan sedikit saja , misal 2-3 sendok kecil penuh. Dimulai dari 1 kali / hari (misal pada saat makan siang), kemudian dapat ditingkatkan menjadi 2 atau 3  kali sehari.

Agar bayi mau makan dudukan bayi dipangkuan atau kursi bayi , senyum dan ekspresikan kesenangan pada saat menyuapinya . Jangan lupa agar suhu makanan jangan terlalu panas . Bila bayi menyemburkan atau menolak makanannya itu adalah hal biasa. Jangan marah atau kecewa .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar